Skip to content
September 6, 2012 / aisarnovita

Ayah ku.. Idola ku..

bismillah..

dulu, saat aku belum tau kisah rasulullah, laki2 yang paling aku idolakan adalah ayahku. namun setelah membaca kisah rasulullah, laki2 pertama yang aku idolakan adalah rasulullah.. rasulullah awesome.. namun bukan berarti berkurang rasa idolaku pada ayahku.

10 mei 1949, anak ke 4 dari 7 bersaudara, di usianya 5 tahun, ayahku sudah tidak mempunyai ibu, usia 7 tahun sudah menjadi yatim piatu.. Nenek ku dulu lulusan SMA, nenekku satu2nya perempuan yang bisa lulus SMA pada jamannya di kab. Kampar-Riau, kakekku lulusan SMP (dan ini pun sudah hebat, karena sangat jarang yang bisa bersekolah di RIAU saat itu)…

semenjak jadi yatim piatu, ayahku dan saudara2nya mencari nafkah sendiri. Namun ayahku tetep bersekolah, 3 hari masuk sekolah dalam 1 minggu (karena ayahku harus jaga lembu2 bergantian dengan temen nya), untuk bisa sampai ke sekolah, ayahku berjalan kaki puluhan kilo, karena sekolah rakyat sangat jarang didaerahnya (kebayang deh saat itu harus berangkat sekolah jam 4 pagi tanpa alas kaki, karena sepatunya ditenteng agar ga rusak), baju sekolahnya pun cuker (cuci kering),namun ayahku tetep mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya. hanya saja ayahku tidak bisa peringkat pertama karena absennya buaaaanyak banget, jadi diberi peringkat ke-2 oleh gurunya. alhamdulillah..

saat SMP, ayahku pindah ke medan, mencoba mencari hidup di medan. sambil sekolah, sambil bekerja, segala jenis kerjaan halal di lakukannya untuk bisa tetap sekolah, termasuk jadi kuli bangunan disaat libur sekolah, saat SMA, ayahku diberikan kesempatan mengajar sebagai guru di SD.

setelah lulus SMA, ayah mencoba test masuk PTN (lulus di Fak. Kedokteran USU), namun ayah tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan kuliah.. ayah tetap kerja mengajar, selain itu ayah bekerja sebagai tukang pangkas rambut temen2nya, kuli bangunan, jual ikan di pasar, apapun dilakukan yang penting halal. sudah mempunyai uang yang cukup, akhirnya ayah kuliah sambil kerja (di swasta) hingga dapet gelar BA.

ayah pindah ke langkat karena dapet kerja di langkat (ada 2 pilihan: sbgai PNS atau Swasta), ayah milih di Swasta. ayah menikah di usia 29 tahun (alasan ayah lama menikah karena ayah ikut membantu biaya adik2 nya untuk sekolah). setelah aku SD, ayah melanjutkan kuliahnya hingga mendapatkan sarjana nya.

alasanku mengidolakan ayahku adalah:

1. menurutku ayah termasuk laki2 sholih, karena: shalatnya baik, puasanya baik, suka ikut pengajian, suka sodakoh, baik hati, tidak pernah judi, tidak merokok, tidak pernah main batu (permainan kayak kartu gitu) sama tetangga, tidak suka gosip. perfect!!

2. sangat sayang pada anak2nya (anaknya lebih utama dari hidupnya, kebahagiaan kami adalah kebahagiaan ayah), aku masih inget semua kenangan bersama ayah. kalau diceritakan.. waaahh.. paaanjang banget. karena selalu bersama sejak aku lahir sampai dewasa.

3. setia. yaa.. bener. ayahku sangat setia, knp? ibuku sudah sakit diabetes selama 25 tahun, walaupun ibu umurnya lebih muda 5 thn, namun wajahnya keliatan jauuh lebih tua dari ayah, kulit ibu sudah keriput, tapi ayahku masih putih dan cerah kulitnya (emang ayahku putih kayak orang cina). ayahku tetap setia menjaga ibu. pernah ayah berkata, “inilah wanita cantik ayah dan selama nya hanya ini (sambil mengelus pipi ibuku)”. setia sampai ayah tutup usia.

4. tidak pernah korupsi (hal ini diketahui dari temen2 sekantor ayah, beberapa bawahan tidak mau menjadi anggotanya karena “dgn bapak itu ga bisa korup” (haha hihi..) ayahku emang unik, ayah juga pernah berpesan padaku “jangan pernah ambil uang yang tidak halal, karena ayah selalu memberikan yang halal untuk keluarga ayah”.. alhamdulillah.. karena dikenal jujur, ayah diangkat sebagai pws. adm di kantornya (kira2 5 thn sebelum pensiun). selalu sederhana dalam perkataan dan perbuatan.

5. pinter, cerdas. oh ya, kenapa aku bilang kayak gitu?, karena ayah buat wajan yang bawahnya wis ireng bekas masak sebagai ganti antena parabola (sekitar tahun 1981 tv masih hitam putih yang gede kayak rumah2an), kalau ada studi banding, penataran, ayah selalu dapet juara 1.

6. ayah kreatif. bisa buat perabot rumah (lemari, tempat tidur, kusen jendela, dll), yang menurut ku hebat adalah karena ayah juga bisa menjahit pakaian, saat aku dan kakakku masih SD, ibu pernah opname di RS, besoknya kami akan ada maulid di sekolah dan harus pakaian muslim (waktu itu tidak ada yang jual pakaian muslim ukuran kami di pasar karena kami tinggal di kota kecil, sore hari sepulang kerja, ayah membeli bakal baju, dan mengukur badan ku dan kakak ku, malam2 ayahku menjahit baju, ntah sampai jam berapa namun pagi hari sudah selesai 2 pasang baju yang bagus untuk ku dan kakakku).. ayahku awesome..

7. rajin. waktu aku masih kecil, ayah punya kebun mini di belakang rumah (ada sayur2an, cabai, buah2an, dll), ayah juga beternak ayam kampung (buuuuaaanyak banget ayamnya dikandang)..

8. perhatian. segala kebutuhan anak2nya di perhatikan, mulai dari hal kecil sampai yang besar. kalo ayah sudah pulang kerja, ayah sering menjemput kami pulang les, bawa rekreasi keluarga setiap bulan, segalanya.. segalanya aku ingat perhatian ayah..

9. gemar menolong (dalam pekerjaan, dalam bertetangga, berteman, orang2 disekeliling) tidak suka menyusahkan orang lain, yang ada didalam memori ku, ayah belum pernah menyusahkan orang lain).

10. semua sifat yang baik2 ada pada ayahku (aku sangat sayang sama ayah).

aku sangat merindukanmu, hanya do’a dan sedikit ibadahku yang bisa aku kirimkan untuk mu ayah.. aku sungguh sangat merindukan ayah..

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

tentu saja tidak ada manusia sempurna, tapi ayahku sempurna dalam pandangan ku dan dalam hatiku.. jangan ada yang protes, apalagi sampai demonstrasi ke aku (haha hihi.. ini kan cerita ku tentang ayahku, aku yakin ayahmu juga seperti itu dalam pandanganmu). buat yang ayahnya tidak seperti ayahku, ingatlah bahwa tidak ada ayah yang jahat sekalipun ayahmu sudah meninggalkanmu karena egonya, dalam hati kecilnya pasti seorang ayah tetap ingat anaknya dan tetap ingin memeluk anaknya, karena sesungguhnya ia sangat merindukanmu. Percayalah.. jangan pernah membenci ayahmu. cintailah ayahmu karena Allah…

I LOVE YOU ayah.. I LOVE YOU “AYAH”..

  1. irfin lubis / Nov 14 2012 6:58 AM

    Rabbighfirlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: